https://batam.times.co.id/
Gaya Hidup

Tak Sekadar Visual Cantik, Kontes AI Indonesia Tekankan Storytelling dan Narasi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 08:31
Tak Sekadar Visual Cantik, Kontes AI Indonesia Tekankan Storytelling dan Narasi Ilustrasi AI. (Foto: KITA AI TIMES Indonesia)

TIMES BATAM, JAKARTA – Di tengah tren karya Artificial Intelligence (AI) yang sering berhenti pada visual memukau, Kontes AI Indonesia 2026 mengambil posisi berbeda. Ajang yang digagas TIMES Indonesia bersama KITA AI ini menegaskan, AI bukan sekadar soal hasil instan, namun medium seni yang menuntut narasi, sinematografi, dan penyuntingan yang matang.

Panitia menyiapkan aspek storytelling menjadi bagian penting penilaian. Juri tidak hanya melihat keindahan visual, tetapi juga bagaimana sebuah karya AI menyampaikan cerita, emosi, dan makna melalui rangkaian adegan.

Editor TIMES Indonesia sekaligus peneliti KITA AI TIMES Indonesia, Imaduddin Muhammad, menyebut pendekatan ini sebagai upaya mengembalikan ruh seni dalam karya AI.

“Visual yang cantik bisa dibuat siapa saja dengan AI. Tapi cerita yang kuat lahir dari sensitivitas manusia. Di situlah peran kreator diuji,” ujar Imaduddin.

Dalam kategori Miss Avatar AI Indonesia, peserta didorong untuk memikirkan komposisi visual layaknya karya sinema: sudut pengambilan gambar, pencahayaan, transisi, hingga ritme editing. AI diposisikan sebagai alat produksi, sementara kreator bertindak sebagai sutradara cerita.

Menurut Imad, pendekatan ini membedakan karya seni dengan sekadar output teknologi. "AI memberi kemungkinan tanpa batas, tapi tanpa sinematografi dan editing yang sadar, karya akan terasa kosong,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penilaian ini mendorong peserta memahami AI sebagai bagian dari proses kreatif yang berlapis, bukan tombol instan untuk menghasilkan gambar.

Narasi sebagai Penentu Makna

Selain aspek visual, narasi menjadi elemen kunci dalam penilaian Kontes AI Indonesia. Setiap karya dinilai dari kemampuannya menyampaikan pesan tentang budaya, nilai, dan identitas secara koheren dan menyentuh.

Imaduddin menilai narasi sebagai jembatan antara teknologi dan penonton. “Tanpa cerita, AI hanya jadi pajangan. Dengan cerita, ia bisa menjadi pengalaman,” ujarnya.

Pendekatan ini sejalan dengan visi TIMES Indonesia yang memandang AI sebagai medium baru dalam jurnalisme visual dan seni digital.

Dengan memasukkan storytelling sebagai aspek penilaian, Kontes AI Indonesia mengirim pesan penting kepada publik. Bahwa AI tidak menggantikan proses kreatif manusia, tetapi memperluasnya. 

Kreativitas tetap lahir dari ide, riset, dan sensitivitas, sementara AI berperan sebagai medium.
Imaduddin menegaskan bahwa kompetisi ini juga menjadi ruang edukasi bagi kreator.

“Kita ingin kreator berhenti mengejar efek ‘wow’ sesaat dan mulai membangun karya yang bermakna,” katanya.

Menghidupkan Cerita Indonesia Lewat AI

Melalui pendekatan sinematografi dan narasi, Kontes AI Indonesia diharapkan melahirkan karya-karya yang tidak hanya indah. Kontes ini juga diharap bisa bercerita tentang Indonesia, budaya, nilai, dan manusia di balik teknologi.

Dengan demikian, AI tidak diposisikan sebagai mesin dingin, melainkan kanvas baru bagi ekspresi seni dan cerita Nusantara. Kontes AI Indonesia pun menegaskan satu hal. Bahwa AI yang berdaya adalah AI yang mampu bercerita. (*)

Pewarta : Theofany Aulia (DJ-999)
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Batam just now

Welcome to TIMES Batam

TIMES Batam is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.