Lewat 'Digital Empowerment Workshop', Dilza Salsabila Dorong Pemberdayaan Generasi Muda
Lewat gerakan ini, ia aktif menyuarakan dan mendorong generasi muda Indonesia agar mampu memanfaatkan platform media sosial secara optimal.
JAKARTA – Panggung kecantikan nasional kembali melahirkan sosok muda inspiratif yang siap membawa perubahan nyata bagi masyarakat luas.
Sosok tersebut adalah Dilza Salsabila, seorang gadis asal Batam, Kepulauan Riau, yang kini menjabat sebagai pemenang Miss Grand Indonesia 2026.
Perempuan berusia 25 tahun ini merupakan anak tunggal yang berhasil membuktikan bahwa ketekunan dan dedikasi mampu membawanya meraih prestasi tertinggi di kancah nasional.
Selain aktif di dunia beauty pageant, dalam hal ini Zaza sapaan akrabnya juga dikenal sebagai seorang penyanyi yang memiliki minat mendalam di bidang industri kreatif.
Dalam kesehariannya, ia menggemari berbagai aktivitas produktif seperti bernyanyi, berolahraga, menyunting video, videografi, hingga menguasai permainan alat musik.
Melalui jejaring media sosial miliknya di Instagram @dilzasalsabila_ , TikTok @dilzasalsabila , serta Facebook Dilza Salsabila, ia konsisten membagikan energi positif serta karya kreatif kepada para pengikutnya.
Peluang dan Tantangan Dunia Digital Bagi Generasi Muda
Sebagai pemegang gelar Miss Grand Indonesia 2026, Zaza mengusung advokasi bertajuk Digital Empowerment Workshop yang berfokus pada penguatan kapasitas generasi muda.
Lewat gerakan ini, ia aktif menyuarakan dan mendorong generasi muda Indonesia agar mampu memanfaatkan platform media sosial secara optimal.
Ia juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan dan kolaborasi lintas sektor yang mencakup industri kreatif, kecantikan, dunia hiburan, hingga program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
"Dalam pandangan saya ruang digital saat ini menyimpan potensi besar yang luar biasa bagi pertumbuhan anak muda," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, pada Selasa (1/9/2026).
Melalui gawai dan koneksi internet, setiap individu kini memiliki akses luas untuk belajar, berkarya, membangun citra diri yang positif, hingga membuka lapangan kerja baru.
Namun di sisi lain, fenomena cyberbullying, maraknya berita bohong, tekanan media sosial, serta bahaya konten negatif menjadi tantangan nyata yang wajib diantisipasi dengan pemikiran kritis dan literasi digital yang memadai.
Menenun Masa Depan Melalui Karya Positif
Kemudian lebih jauh Zaza menegaskan bahwa program workshop pemberdayaan digital ini tidak boleh berhenti sekadar sebagai agenda formal selama masa jabatannya.
Secara khusus dia menaruh harapan besar agar gerakannya menjadi pijakan awal dalam melahirkan generasi yang percaya diri, kreatif, serta berani untuk bermimpi.
"Bagi saya anak muda tidak perlu menunggu momentum sempurna untuk mulai berkarya karena setiap individu memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar," katanya penuh semangat.
Ia juga menyampaikan pesan terbuka kepada seluruh pemuda Indonesia agar tidak ragu mengambil langkah awal.
"Gunakan media sosial bukan hanya untuk menunjukkan siapa diri kita, tetapi juga untuk menunjukkan apa yang bisa kita berikan kepada dunia," tuturnya.
Ditambahkannya bahwa setiap pemuda hendaknya menjadi pencipta tren yang positif, tidak takut mengalami kegagalan, dan menyadari bahwa setiap suara memiliki nilai berarti dalam menenun masa depan.
Perjalanan panjang yang ditempuh Zaza tentu tidak lepas dari sokongan. Ia mengungkapkan bahwa doa serta kasih sayang mendalam dari sang ibu menjadi sumber kekuatan terbesarnya dalam meraih setiap pencapaian.
"Didukung penuh oleh keluarga, sahabat, tim, hingga sponsor, saya bertekad mengembalikan kepercayaan tersebut dengan mengharumkan nama Indonesia serta memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat luas," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


